Posts

Showing posts from December, 2015

Kisah Menantu dan Mertua

Image
Halo sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja, adakalanya perlakuan tidak baik yang kita terima adalah reaksi balasan dari apa yang kita lakukan. Sebuah kisah tentang itu akan disajikan kali ini, bagaimana kisahnya? mari kita simak.. Pada zaman dahulu, di suatu tempat, hiduplah seorang wanita tua yang bernama yaorin dengan anak laki-lakinya yudosi. Setelah dewasa yudosi menikah dengan wanita yang sangat cantik yang bernama seimafu. Yudosi bersama seimafu tinggal bersama dengan yaorin, karena yaorin telah tua dan hidup sendirian sehingga yudosi yang merawatnya. Setelah tinggal bersama, agaknya hubungan mereka sebagai mertua dan menantu tak begitu harmonis. Yaorin menilai menantunya tak menghormatinya, sebaliknya seimafu menganggap mertuanya itu tak menyayanginya. Dari hal yang sepele, mereka berdua nampak berselisih, tentu saja mereka menyimpan perselisihannya dari pandangan yudosi. Di depan yudosi mereka menampakkan seolah tak terjadi apapun diantar...

Kisah Penjual Tempe

Image
Apa kabar sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja, kali ini disuguhkan sebuah kisah bahwa doa yang kita panjatkan akan selalu dikabulkan meski mungkin dengan cara yang lain, bagaimana kisahnya? mari kita simak.. Disuatu tempat terdapatlah seorang wanita paruh baya yang hidup sebatang kara dalam kesederhanaan. Satu-satunya usaha yang diandalkannya adalah berjualan tempe. Tentu saja dengan hasil yang tidak seberapa, sehingga ia harus berhemat agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Wanita itu meski dalam keadaan susah, ia adalah seorang yang taat beribadah, ia telah menyandarkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan. Setiap hari sebelum matahari terbit, ia sudah di pasar untuk menjual tempe buatannya, biasanya ia tidak memerlukan waktu lama karena tempe buatannya berkualitas baik sehingga dia sudah memiliki pelanggan tetap. Namun di suatu hari, ia mengalami masalah... Seperti biasa saat hendak pergi ke pasar, ia memeriksa tempe buatannya, apakah si...

Kisah Si Pemalas Yang Ingin Kaya

Image
Apa kabar sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja, sebuah kisah tentang seorang yang ingin kaya tanpa bekerja akan disajikan kali ini, bagaimana kisahnya? mari kita simak.. Di sebuah hutan, hiduplah sepasang suami istri dalam keadaan susah. Sang suami, yang bernama kaslan, adalah seorang pemalas. Sehari-hari ia hanya melamun dan berkhayal bagaimana caranya agar dapat menjadi orang kaya. Yeah, menjadi orang kaya, yang dapat membeli apa saja yang diinginkan dan dapat mencapai semua yang diharapkan. Namun, itu hanya dalam angan-angan belaka, karena kaslan memiliki sifat malas yang teramat parah. Melihat kaslan yang hanya tidur sepanjang hari, istrinya mulai kesal dan marah-marah, karena kebutuhan dapur mulai menipis sedangkan dia tidak mengerjakan apapun. Melihat istrinya yang marah-marah maka kaslan pergi ke hutan untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Begitulah hari-hari kaslan, yang penuh dengan kemalasan, ia hanya akan bergerak jika sudah d...

Kisah Rumah dan Pemborong

Image
Halo sahabat setia SKM, kali ini sebuah kisah menarik bahwa setiap yang kita kerjakan pada hakikatnya akan kembali pada kita, sehingga hendaknya kita mengerjakan sesuatu dengan sebaik mungkin, bagaimana kisahnya? mari kita simak.. Seorang pemborong bangunan mendapat pekerjaan dari bosnya untuk membuat rumah. Si bos berkata “aku akan pergi ke luar kota dalam waktu satu bulan ini, maka selesaikanlah pekerjaan itu, aku berharap itu telah selesai saat aku pulang nanti” Bergembiralah si pemborong itu karena dengan perginya bos maka ia dapat leluasa mengerjakan pekerjaannya sesuai kehendaknya tanpa intervensi dan pengawasan si bos.  Maka dibuatlah rumah dengan biaya sekecil mungkin dengan waktu secepat mungkin agar ia mendapat keuntungan yang berlipat. Memang sering ia berlaku tidak jujur mengenai penggunaan angaran belanja bangunan. Sehingga dibuatlah rumah yang bagus dari sisi luar namun keropos di dalam karena sebagian biaya pembangunan rumah tersebut telah ia korupsi. ...

Kisah Pemancing dan Ikan Gabus

Image
Halo sahabat SKM, kali ini saya akan berkisah tentang seseorang yang tak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya, dan akhirnya membawanya pada penyesalan, bagaimana kisahnya? mari kita simak.. Beberapa ratus tahun yang lalu, di sebuah hutan tinggallah seorang pemuda yang bertahan hidup sebagai seorang nelayan. Sebagai nelayan dengan peralatan terbatas tentu saja tak dapat memastikan berapa penghasilannya sehari-hari, sehingga kehidupannya sangat sederhana. Suatu hari ia mulai mengulurkan kailnya ke tengah danau untuk memancing, namun tidak juga memperoleh satu ikan pun sampai hari menjelang sore. Setelah hampir putus asa, tali kailnya bergerak-gerak ada yang menariknya, dengan gembira ia angkat dan mendaratlah seekor ikan gabus yang tak seberapa besar. Dengan geram, ia berkata pada ikan gabus itu; “aha,, kamu akan ku jadikan ikan bakar.... hemmmm...” Dan ajaib, ikan gabus itu, menitikkan air mata sambil berkata: “tolong lepaskan aku wahai pemuda, jangan kau bunuh ...

Kisah Monyet Yang Licik dan Burung Bangau

Image
Sahabat SKM yang baik, kisah berikut agaknya akan menegaskan pada kita sebuah ungkapan bahwa siapa yang menanam maka dia akan memetik, bagaimana kisahnya, langsung ke TKP...    Di sebuah hutan, hiduplah seekor monyet yang berperangai buruk, licik, egois dan suka menipu teman-temannya. Sehingga tak mengherankan jika si monyet sering berjalan sendirian karena tak memiliki teman. Namun diantara binatang-binatang hutan, masih ada yang mau berteman dengan monyet, yaitu si burung bangau. Hal ini terjadi bukan berarti burung bangau tak mengerti sifat monyet, ia bahkan sangat mengerti dan sudah berulang kali ia kecewa dan sakit hati oleh sifat monyet yang buruk itu. Ia hanya kasihan jika monyet tak memiliki satu temanpun.  Burung bangau juga berharap agar monyet dapat memperbaiki sifatnya, namun harapan itu sangat sulit terwujud. Hingga pada suatu hari,,, Monyet berkunjung ke rumah bangau dan mengajaknya pergi ke suatu tempat. “hai bangau, ayo kita pergi ke pu...