Kisah Menantu dan Mertua
Halo sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja, adakalanya perlakuan tidak baik yang kita terima adalah reaksi balasan dari apa yang kita lakukan. Sebuah kisah tentang itu akan disajikan kali ini, bagaimana kisahnya? mari kita simak..
Pada zaman dahulu, di suatu tempat, hiduplah seorang wanita tua yang bernama yaorin dengan anak laki-lakinya yudosi.
Pada zaman dahulu, di suatu tempat, hiduplah seorang wanita tua yang bernama yaorin dengan anak laki-lakinya yudosi.
Setelah dewasa yudosi menikah dengan wanita yang
sangat cantik yang bernama seimafu. Yudosi bersama seimafu tinggal bersama
dengan yaorin, karena yaorin telah tua dan hidup sendirian sehingga yudosi yang
merawatnya.
Setelah tinggal bersama, agaknya hubungan mereka
sebagai mertua dan menantu tak begitu harmonis. Yaorin menilai menantunya tak
menghormatinya, sebaliknya seimafu menganggap mertuanya itu tak menyayanginya.
Dari hal yang sepele, mereka berdua nampak
berselisih, tentu saja mereka menyimpan perselisihannya dari pandangan yudosi.
Di depan yudosi mereka menampakkan seolah tak terjadi apapun diantara mereka.
Sampai saat konflik itu semakin memanas, seimafu
merasa tak tahan lagi sehingga emosi mengalahkan akal sehatnya. Dia
merencanakan sesuatu yang buruk pada ibu mertuanya itu.
Ia mendatangi seorang tabib untuk meminta racun agar ibu mertuanya segera mati. Seimafu meminta racun yang membuat peminumnya mati perlahan sehingga tak membuat curiga siapapun termasuk suaminya sendiri.
Sesuai permintaan, sang tabibpun membuat ramuan yang
harus dicampurkan dalam minuman untuk ibu mertuanya.
Menurut sang tabib, ibu mertua seimafu akan meninggal
dalam waktu 6 bulan, oleh karena itu tabib berpesan agar seimafu lebih bersabar
dengan sikapnya yang selama ini membuatnya emosi.
Maka dimulailah aksi pembunuhan itu.
Seimafu mulai merubah sikapnya sebagaimana nasehat
tabib itu. Baginya tak apa berpura-pura baik karena sebentar lagi ibu mertuanya
itu akan mati.
Kini ia nampak lebih menghormati ibu mertuanya,
karena ia tak lagi melawan apapun yang diperintahkan dan menjadi menuruti apa
yang diperintahkan yaorin kepadanya.
Dengan perubahan sikap seimafu, kini yaorin pun mulai
berubah. Kini ia lebih menyayangi menantunya dan bersikap baik kepadanya.
Setelah beberapa bulan, hubungan yaorin dan seimafu
terlihat sangat harmonis, bahkan seperti ibu dan anak kandungnya.
Dimanapun yaorin sering berkata bahwa ia adalah orang
yang paling beruntung karena memiliki menantu sebaik seimafu.
Dengan sikap mertuanya sekarang, sikapnya yang baik
yang semula berpura-pura kini tak lagi palsu.
Ia benar-benar menyayangi ibu mertuanya itu, sehingga
dengan segera ia menemui tabib untuk meminta penawar racun yang telah ia
berikan pada mertuanya.
Kepada tabib, ia menceritakan bahwa ibu mertuanya
kini sangat baik dan menyayanginya, sehingga ia minta obat penawar racun agar
ibu mertuanya tak jadi meninggal.
Tabib berkata: “ yang ku berikan padamu bukanlah
racun, itu adalah obat yang menyehatkan baginya, yang perlu diracun adalah
kerasnya hati kalian berdua yang sama-sama tak mau mengalah, buktinya ketika
kamu memperbaiki sikapmu maka orang lain juga akan berbuat baik padamu”

Comments
Post a Comment