Kisah Penjual Tempe
Apa kabar sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja, kali ini disuguhkan sebuah kisah bahwa doa yang kita panjatkan akan selalu dikabulkan meski mungkin dengan cara yang lain, bagaimana kisahnya? mari kita simak..
Satu-satunya usaha yang diandalkannya adalah
berjualan tempe. Tentu saja dengan hasil yang tidak seberapa, sehingga ia harus
berhemat agar kebutuhannya dapat terpenuhi.
Setiap hari sebelum matahari terbit, ia sudah di
pasar untuk menjual tempe buatannya, biasanya ia tidak memerlukan waktu lama
karena tempe buatannya berkualitas baik sehingga dia sudah memiliki pelanggan
tetap.
Namun di suatu hari, ia mengalami masalah...
Seperti biasa saat hendak pergi ke pasar, ia
memeriksa tempe buatannya, apakah siap dijual atau belum, ternyata hari itu
tempenya belum jadi. Sungguh suatu keanehan, karena selama bertahun-tahun ia
tak pernah mengalami kegagalan dalam membuat tempe.
Tentu saja ia merasa sedih karena jika tak dapat
menjualnya maka ia tak akan dapat uang.
Maka dengan pasrah, ia pegang tempenya dan
berdoa; “Tuhan, sesungguhnya engkau tahu
kesusahanku, maka tolong rubahlah kondisi tempe ini”
Ia berdoa dengan keyakinan penuh, lalu dengan
keyakinan bahwa doanya terkabul ia memeriksa tempe, ternyata kondisinya belum
berubah, lalu ia mengulang doanya dan kembali memeriksa, ternyata belum berubah,
lalu ia mengulangnya berkali-kali.
Matahari hampir terbit, sedang tempenya belum
berubah, maka dengan pasrah ia tetap pergi ke pasar untuk menjual tempenya yang
belum jadi itu.
Sampai di pasar, berkali-kali ia mengulang berdoa dan
memeriksa tempenya yang belum juga berubah.
Beberapa pelanggannya yang akan membelipun berlalu
karena kondisi itu.
Matahari telah meninggi, pasar hampir bubar, dan
tempenya belum laku.
Hampir saja ia mengemasi dagangannya dan beranjak
pulang, maka dengan tiba-tiba ada seorang pembeli yang datang.
“bu, ada tempe yang belum jadi?” tanya pembeli
“ya, ada, kebetulan tempe saya belum jadi semua”
jawabnya.
“saya borong semua tempenya bu” kata pembeli itu.
Maka dengan bersyukur ia memuji Tuhan yang telah
memberinya rezeki pada hari itu. Ia baru sadar, ternyata begini cara Tuhan
untuk mengabulkan doanya. Tuhan tetap mendengar doanya dan mengabulkan doanya
dengan cara lain. Ia memuji dan bersyukur berkali-kali sambil pulang.

Comments
Post a Comment