Kisah Rumah dan Pemborong
Halo sahabat setia SKM, kali ini sebuah kisah menarik bahwa setiap yang kita kerjakan pada hakikatnya akan kembali pada kita, sehingga hendaknya kita mengerjakan sesuatu dengan sebaik mungkin, bagaimana kisahnya? mari kita simak..
Seorang pemborong bangunan mendapat pekerjaan dari bosnya untuk membuat rumah.
Seorang pemborong bangunan mendapat pekerjaan dari bosnya untuk membuat rumah.
Si bos berkata “aku akan pergi ke luar kota dalam
waktu satu bulan ini, maka selesaikanlah pekerjaan itu, aku berharap itu telah
selesai saat aku pulang nanti”
Bergembiralah si pemborong itu karena dengan perginya
bos maka ia dapat leluasa mengerjakan pekerjaannya sesuai kehendaknya tanpa
intervensi dan pengawasan si bos.
Maka dibuatlah rumah dengan biaya sekecil mungkin
dengan waktu secepat mungkin agar ia mendapat keuntungan yang berlipat. Memang
sering ia berlaku tidak jujur mengenai penggunaan angaran belanja bangunan.
Sehingga dibuatlah rumah yang bagus dari sisi luar
namun keropos di dalam karena sebagian biaya pembangunan rumah tersebut telah
ia korupsi.
Dipilihlah bahan-bahan termurah dengan kualitas
rendah, dikurangilah komposisi yang diperlukan agar bagunan kokoh dan
kecurangan yang lain yang tidak terdeteksi.
Dalam beberapa waktu, selesailah rumah yang dibangun
itu.
Sampai saatnya si bos datang....
Begitu melihat rumah yang dikerjakan sudah selesai,
bergembiralah hatinya dan puas dengan pekerjaan anak buahnya tersebut.
Setelah ia puas memeriksa seluruh bangunan itu, si
bos berkata: “ rumah ini sebenarnya akan aku hadiahkan kepadamu, sebagai penghargaan
atas kesetiaanmu selama ini.
Demi mendengar hal itu, meski bergembira, ada
kekecewaan dalam hatinya. Seandainya ia tahu bahwa rumah itu akan menjadi
miliknya maka akan dibuat dengan sebaik-baiknya.
Mungkin kitapun sering kali demikian, hal yang terbaik adalah saat kita
memberikan sesuatu uantuk kita sediri, sedangkan yang kita berikan pada orang lain
adalah bukan yang terbaik.
Kebaikan kita adalah kita sendiri yang memetiknya
suatu saat nanti, sehingga untuk mendapatkan kebaikan yang terbaik maka
berikanlah yang terbaik yang kita miliki.

Comments
Post a Comment