Kisah Kijang emas dan Pemburu
Halo sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja. Sebuah kisah berisi pesan bahwa kejujuran adalah sesuatu yang sangat berharga. Bagaimana kisahnya? mari kita simak..
Suatu hari, seorang pemburu menjelajah hutani dengan semangat,
ia berharap memperoleh hasil tangkapan yang banyak seperti kemarin.
Hari mulai beranjak siang, tapi harapannya belum juga
terkabul, ia mulai lelah dan seekorpun binatang buruan belum ia temui, dan itu
membuatnya kesal.
Dia merasa heran, entah mengapa hutan yang sudah
sering ia jelajahi itu, hari ini tak menyediakan satu ekor binatangpun.
“kemana semua binatang, sudah lelah aku mengelilingi
hutan ini” katanya dalam hati.
“Lebih baik aku istirahat dulu dan makan, nanti aku
akan menjelajahi sebelah timur” ujarnya.
Lalu si pemburu berteduh dibawah pohon mahoni untuk
beristirahat dan membuka bekal yang dibawanya.
Setelah memulihkan tenaga, ia kembali berburu ke sebelah timur. banyak
sudah semak belukar dan pepohonan yang ia lalui, namun belum juga terlihat tanda
keberadaan binatang buruan.
Sampai suatu ketika ia melihat rerumputan yang
bergerak-gerak dan setelah dilihat disampingnya ternyata ada seekor kijang yang
unik karena bulunya berwarna kekuningan sehingga dapat disebut kijang emas.
Sang pemburu segera mempersiapkan alat penangkap yang
tak melukai, yaitu berupa jaring yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
menjerat buruan dengan baik.
Dengan mengendap-endap pemburu membidik sasaran, dan
dilemparkannya jaring itu....dan kena!
Meronta-rontalah si kijang emas hendak melepaskan
diri, namun jaring itu terlalu kuat bagi kijang.
Dengan gembira sang pemburu menangkap kijang langka
itu.
“wah kijang emas, pasti mahal kalau dijual, wah
untung besar aku hari ini” kata pemburu.
Kijangpun dengan menangis berkata pada pemburu itu “
wahai manusia, aku adalah seorang induk kijang yang baru saja melahirkan
anakku, aku mohon lepaskan aku untuk menyusui anakku dulu, karena aku telah
meninggalkannya sejak tadi pagi” kata
kijang.
“Apa? Melepasmu? Hahahaha, enak saja kau bicara, apa
kau anggap aku akan percaya pada tipuanmu itu? hahahah” jawab pemburu.
“tolonglah wahai manusia, aku memang telah kau
tangkap, aku janji jika kau melepasku aku akan kembali setelah selesai menyusui
anakku, aku janji” kata kijang dengan serius.
Pemburu menjawab “hahaha,,,, kamu janji? Apa
jaminannya kamu akan menepati janjimu?”
“seandainya aku mengingkarinya maka aku biarlah Tuhan
yang akan membinasakanku wahai manusia, tolonglah aku benar-benar berkata jujur”
kata kijang dengan berlinangan air mata.
Mendengar itu, tersentuhlah hati sang pemburu, maka
dilepaskannya kijang untuk menyusui anaknya. “baiklah, pulanglah kamu, susuilah
anakmu, dan segera kembali setelah urusanmu selesai”
Si kijang emas segera berlari untuk menemui anaknya,
lalu ia menyusui anaknya yang memang sudah kelaparan dan kehausan.
Setelah itu, ia berkata pada anaknya “ anakku, ibu
akan pergi meninggalkanmu karena ibu sedang ditunggu oleh pemburu yang telah
menangkap ibu, ibu telah berjanji padanya untuk kembali jika ia mengizinkan ibu
untuk menyusuimu anakku” kata kijang dengan menangis.
Si anak kijang tentu saja menahan agar ibunya tak
jadi pergi, namun si induk kijang berketetapan hati untuk menepati janjinya.
Dengan segera, kijang emas meninggalkan anaknya dan
berlari menuju pemburu untuk menyerahkan diri.
Begitu melihat kijang emas datang, begitu terharunya
hati sang pemburu, ia begitu kagum dengan kejujuran kijang emas itu.
“wahai kijang emas, tak kusangka kamu benar-benar
datang menepati janjimu, semula aku tak yakin kamu akan datang lagi ” kata
pemburu.
Kijang menjawab “ janji adalah hutang wahai manusia,
walaupun aku harus mati maka aku akan merasa bangga karena jujur dan dapat
dipercaya”.
Demi mendengar jawaban kijang, tergetarlah hari sang
pemburu, ia baru saja seperti dinasehati oleh seerkor kijang yang bukan
manusia.
“benar sekali kamu kijang, sedangkan aku yang manusia
saja sering mengingkari ucapanku sendiri, kamu telah menyadarkanku wahai
kijang” jawab pemburu.
“ kalau begitu
tunggu apalagi segera ikat dan bawa aku, karena aku telah kamu tangkap” kata
kijang.
“tidak wahai kijang emas, pergilah, segera temui
anakmu, aku melepaskanmu sebagai hadiah kejujuranmu, sesungguhnya aku merasa
tersadar dengan nasehatmu wahai kijang”
“terimakasih atas kebaikanmu wahai manusia, aku
sangat berterimakasih” kata kijang emas sambil berlalu.
Sahabat SKM yang baik, dari kisah ini pelajaran yang bisa dipetik adalah kejujuran dapat membawa keselamatan bagi kita, semoga dapat kita ikuti.

Comments
Post a Comment