Kisah landak dan kura-kura.
Sahabat SKM semua, apa kabar? kisah berikut agaknya akan menegaskan pada kita agar kita tak langsung menilai sesuatu hanya dari luarnya, karena penilaian ini belum tentu benar.
Langsung saja kita simak kisahnya...
Seekor landak terlihat termenung sendirian di bawah
pohon apel yang berbuah. Sambil makan apel kesukaannya, ia merenungkan nasibnya
yangmenurutnya kurang beruntung.
Ia seperti meratapi dirinya mengapa ia diciptakan
dengan tubuh yang dipenuhi dengan duri
sehingga membuatnya yang tidak memiliki seorang temanpun.
Semua binatang di hutan menghindar untuk bertemu
dengan dia karena takut tertusuk duri, sedangkan selama ini, ia belum pernah menusuk
siapapun, baik secara sengaja ataupun tidak.
Hidup tanpa teman benar-benar menyedihkan baginya,
seperti terasing sendirian di dunia ini.
Tidak ada teman bercerita. Tidak ada teman bercanda.
Sampai suatu hari ...
Seekor kura-kura tiba-tiba lewat di depannya, dengan
terkejut si landakpun berkata :
"Hai, siapa kamu? Apa yang kamu bawa?nampaknya
berat? Kok dibawa kemana-mana?
"Aku adalah seekor kura-kura, nama saya Kuros, yang
aku bawa adalah rumah yang melindungi tubuhku, aku hanya menarik kaki dan
tangan saja jika ada bahaya. Aku benar-benar senang dengan bentukku ini, o ya
kamu siapa? "
"Aku seekor landak, namaku Lando, aku benar-benar
menderita dengan keadaanku ini, dengan tubuh yang penuh duri, tidak ada yang
mau berteman dengan ku, karena takut tertusuk duriku" kata landak
"Jangan sedih, aku mau kok menjadi temanmu, mari
kita bermain di sana" jawab kura-kura.
Si landak pun tidak lagi kesepian karena landak sudah
memiliki satu teman, dan hanya satu.
Kuros adalah seekor kura-kura yang baik, yang selalu
membantu landak jika ada masalah.
Suatu hari, Kuros diundang untuk pergi ke pesta.
"Ayo lando, kita pergi ke pesta rusa, dia
mengundangku untuk datang, ada banyak buah-buahan dasana, apel juga ada"
kata Kuros
"Tapi yang diundang kan kamu, bukan aku, nanti
jika semuanya ketakutan tertusuk duriku bagaimana? Apa pesta rusa tidak
kacau?" tanya lando
"Tenanglah, aku yang akan mengurus masalah itu,
selama kita sopan, orang lain akan segan dengan kita" kata Kuros
Akhirnya mereka pergi ke pesta rusa.
Sesampai di sana, mereka disambut oleh rusa sebagai
tuan rumah.
Ada yang sudah mengumpulkan banyak hewan, ada
kelinci, rusa, kijang, monyet, dan lain-lain. Suasana sangat ramai.
Melihat landak datang bebek mengatakan, "Hei
landak, jangan mendekat ya, berhati-hatilah dengan durimu nanti menusuk".
Sementara hewan lain meskipun tidak mengatakan sangat
terlihat dukungan bebek ucapan.
Karena biasanya diejek begitu, landopun tahu diri dan
tidak berani mendekati, ia takut durinya mengenai hewan lain.
Tapi kura-kura sebagai sahabat tetap dengan dia untuk
tidak meninggalkan lando.
Di pesta itu, meskipun tidak mendekat di pusat
keramaian, lando masih mendapatkan makanan dan buah-buahan, termasuk apel
kesukaanya.
Dalam keriangan pesta itu, tiba-tiba mereka
dikejutkan dengan kedatangan macan tutul, yang sedang mencari mangsa.
Monyet yang hadir di pohon berteriak "awas macan
tutul menuju kemari , lari!, Lari!”
Seketika berlarianlah para hewan keselamatan masing-masing,
sementara kura-kura dan landak tidak dapat berlari cukup cepat untuk memasukkan
diri ke dalam cangkangnya dan landak cukup meringkuk sehingga terlihat seperti
bola.
Macan tutul berlari kencang untuk mengejar mangsanya,
sehingga ia tidak melihat landak
didepannya, maka tertusuklah kakinya dengan duri landak sehingga berdarah-darah
dan ia tidak melanjutkan pengejaran pada hewan. Macan tutul pulang dengan
terpincang-pincang karena luka di kakinya.
Setelah macan tutul pergi, hewan-hewan pun keluar
dari persembunyian dan berterima kasih pada landak karena telah membebaskan
mereka dari bahaya.
"Landak, aku minta maaf karena selama ini aku
selalu menjauhi kamu karena takut durimu, namun durimu itu telah menyelamatkan
kami hari ini," kata kelinci.
"Saya juga minta maaf landak" kata bebek
yang juga diikuti oleh hewan lain.
Sejak saat itu, landak tidak lagi kesepian karena ia menjadi
teman dari semua penghuni hutan.
Sejak saat itu pula, landak yang semula meratapi bentuknya
yang penuh duri itu, sekarang sangat bersyukur, karena ia bisa melindungi hewan
lain.
Sahabat SKM yang baik, dari kisah ini pelajaran yang bisa dipetik adalah sesuatu yang
nampak buruk belum tentu benar-benar buruk.

Comments
Post a Comment