Kisah 3 Binatang Pemburu
Halo sahabat pembaca setia SKM, kali ini saya akan bercerita bahwa setiap kita hendaknya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi, agar kita mendapatkan keselamatan dan kesuksesan, mari kita simak...
Pada suatu hari, singa sang raja hutan, mengundang srigala dan musang untuk berburu mencari makan bersama.
Pada suatu hari, singa sang raja hutan, mengundang srigala dan musang untuk berburu mencari makan bersama.
Sebelum berburu mereka membuat kesepakatan, apapun
buruan yang diperoleh maka akan dibagi bersama secara adil.
Setelah seharian penuh berburu, mereka memperoleh 3
hewan buruan, yaitu kuda, kijang dan kelinci.
Sambil beristrihat, singa sang ketua kelompok
berkata:
“hasil buruan ini harus kita bagi seadil-adilnya,
sekarang, tugas pembagian kuserahkan kepadamu srigala, bagaimana pembagian yang
adil menurutmu?”
Srigala dengan percaya diri menjawab; “oo itu mudah
saja singa, begini pembagian yang adil menurutku:
- kuda menjadi bagianmu singa, karena kamu yang paling besar dapat jatah yang terbesar pula
- kelinci cocok untuk musang,
- dan aku cukup kenyang dengan makan kijang,
“Bagaimana singa? Cukup adil kan pembagiannya ini?”
Singa yang mendengar pembagian ini, serentak
meledaklah emosinya, dengan tiba-tiba singa mencengkram leher srigala dan
menamparnya berkali-kali hingga putuslah kepala srigala dan mati seketika.
Lalu singa dengan wajah tanpa dosanya berkata pada
musang;
“sekarang bagilah hasil buruan kita olehmu wahai
musang!”
Dengan ketakutan musang menjawab sambil gemetaran
seluruh tubuhnya.
“maafkan aku wahai singa yang gagah perkasa,
menurutku pembagiannya begini:
- kuda itu untuk makanmu nanti malam,
- kijang itu untuk sarapanmu besok pagi,
- dan kelinci itu sebagai makan siangmu besok”
Mendengar jawaban itu, singa langsung berdiri dengan
bangga sambil berkata:
“ kamu sungguh sangat bijaksana wahai musang, belum
lagi pernah kutemui binatang yang lebih bijak dari kamu”
“kalau boleh tahu, darimana kamu belajar
kebijaksanaan ini wahai musang?”
Musang menjawab; “ dari kepala srigala yang baru saja
terputus itu wahai singa”
Lalu musang meninggalkan singa sendirian.
Nah, sahabat, musang telah memberi kita pelajaran itu.
Nah, sahabat, musang telah memberi kita pelajaran itu.

Comments
Post a Comment