Kisah Si Pemalas Yang Ingin Kaya
Di sebuah hutan, hiduplah sepasang suami istri dalam keadaan susah. Sang suami, yang bernama kaslan, adalah seorang pemalas.
Sehari-hari ia hanya melamun dan berkhayal bagaimana
caranya agar dapat menjadi orang kaya. Yeah, menjadi orang kaya, yang dapat
membeli apa saja yang diinginkan dan dapat mencapai semua yang diharapkan.
Melihat kaslan yang hanya tidur sepanjang hari,
istrinya mulai kesal dan marah-marah, karena kebutuhan dapur mulai menipis
sedangkan dia tidak mengerjakan apapun.
Melihat istrinya yang marah-marah maka kaslan pergi
ke hutan untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Begitulah hari-hari kaslan, yang
penuh dengan kemalasan, ia hanya akan bergerak jika sudah dimarahi oleh
istrinya.
Suatu hari istrinya,yang mulai bosan untuk memarahi
kaslan berkata kepadanya: “aku mendengar cerita dari orang-orang, bahwa di
balik bukit itu ada seorang yang arif dan bijaksana, ia adalah seorang yang
pandai yang dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya. Pergilah
kesana, temuilah ia, agar kamu dapat mewujudkan impianmu yang ingin kaya tanpa
bekerja keras”.
Setelah berkali-kali dibujuk, akhirnya berangkat juga
si kaslan dengan malas-malasan karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh.
Ia harus menerobos hutan, mendaki bukit, menyebarangi
sungai untuk mencapai tempat yang dituju. Tentu saja perjalanan yang sangat
melelahkan karena memakan waktu 2 hari.
Ditengah perjalanannya, saat melintasi hutan kaslan
melihat pohon apel yang begitu rimbun namun tidak berbuah sebutir apel pun.
Melihat kaslan yang melintas didepannya, pohon apel berkata : “wahai kaslan,
mau kemana kamu?”
Kaslan menjawab “ aku mau ke balik bukit untuk
mencari jawaban dari permasalahan yang aku hadapi”
“apakah aku boleh titip pertanyaan untuk kau tanyakan
kepada oarang bijak itu?” tanya pohon apel.
“ boleh saja, emangnya kamu mau tanya apa?”
“aku sudah lama hidup, tapi aku belum menghasilkan
sebutir buah apelpun sampai saat ini, tolong tanyakan apa penyebabnya dan
bagaimana supaya aku bisa berbuah?” kata pohon apel.
“oo begitu, ya nanti akan aku tanyakan padanya jika
bertemu”jawab kaslan.
kemudian kaslan melanjutkan perjalanannya, kemudian
ia berhenti untuk beristirahat ketika berada ditepi sungai.
Beberapa saat kemudian, dari permukaan air muncullah
seekor ikan gabus yang juga menyapa kaslan; “ wahai kaslan, kamu mau pergi
kemana?”
Kaslan menjawab sama seperti jawaban pada pohon apel.
Kemudian ikan gabuspun juga menitipkan sebuah
pertanyaan kepadanya.
“kaslan, sudah beberapa tahun ini tenggorokanku
terasa sakit, tolong tanyakan kepadanya,apa obat dari sakitku ini?” kata ikan
gabus.
Kaslanpun bersedia memenuhi permintaan ikan gabus
untuk menanyakan penyakitnya.
Kemudian ia melanjutkan lagi perjalanannya.
Selanjutnya yang ia temui adalah srigala yang sangat
kurus, yang juga menitipkan pertanyaan kepada kaslan.
“kaslan, sudah beberapa tahun ini aku kurus kering,
nafsu makanku menurun drastis, tolong tanyakan apa obat dari penyakit yang aku
derita ini?” kata srigala.
Kaslan melanjutkan perjalanan setelah menyanggupi
permintaan srigala.
Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan,sampai
juga ia di tempat yang dituju.
Kepada orang tua yang arif bijaksana itu ia
menyampaikan pertanyaan yang dititipkan kepadanya.
Lalu orang tua itupun menjawab satu persatu : “
dibawah pohon apel itu ada bongkahan emas yang menghalangi akarnya sehingga ia
tak bisa berbuah, jika emas itu diambil maka pohon apel itu dapat berbuah.
Sedangkan ikan gabus, ikan itu telah menelan mutiara yang menyangkut di
tenggorokannya, jika mutiara itu diambil maka dia akan sembuh. Dan srigala itu
akan sembuh jika ia sudah makan orang yang pemalas”.
Jawaban itu sungguh membuat kaslan terkagum-kagum dan
merasa puas.
Setelah itu iapun mengajukan pertanyaannya sendiri :
“ aku sudah lama hidup dalam kemiskinan, tolong tunjukkan bagaimana caranya
agar aku bisa jadi orang yang kaya raya?”
“segeralah pulang, jika sudah sampai dirumah kamu
akan segera menjadi orang kaya” jawab orang tua itu dengan singkat.
Maka segera saja kaslan pulang dengan terburu-buru
karena ia ingin segera menjadi orang kaya seperti yang dikatakan orang tua
kepadanya.
Saat melintasi sungai, bertemulah ia dengan ikan
gabus, jawaban dari orang tua bijak pun disampaikannya, setelah itu ia akan
segera berlalu dari hadapan ikan gabus, tapi ikan gabus menahannya.
“kaslan, tolong ambil mutiara dalam tenggorokanku
agar sakitku hilang, nanti mutiara itu boleh kau miliki” kata ikan gabus.
Tapi dasar kaslan si pemalas, maka dia tak mau
menolong ikan gabus.
“maaf ikan gabus, aku sudah sangat terburu-buru, aku
sudah sangat ingin sampai dirumah, mungkin lain waktu aku akan menolongmu” jawab
kaslan.
Maka dengan secepatnya ia melanjutkan perjalanan
sampai saatnya ia bertemu dengan pohon apel.
Kaslanpun menyampaikan jawaban dari orang tua bijak
kepada pohon apel, pohon apelpun juga minta tolong pada kaslan untuk segera
mengambil emas di bawah akarnya.
Namun lagi-lagi kaslan menolaknya...
Kemudian ia melanjutkan perjalanan sampai saatnya ia
bertemu dengan srigala yang kurus.
Kepada srigala ia berkata “ kamu akan sembuh, jika
kamu makan manusia yang pemalas”
Begitu mendapat jawaban itu, puaslah srigala dan
berkata “ jika benar demikian, maka obat itu tidak perlu ku cari karena ia
telah datang kepadaku, hahaaha... bukankah kamu kaslan adalah orang yang
terkenal sebagai pemalas?”
Kaslan segera berlari karena ketakutan, beruntunglah
kaslan karena srigala itu tak mampu mengejarnya.
Selamatlah kaslan sampai di rumahnya.
Ia segera menceritakan semua kejadian yang dialaminya
selama perjalanan itu. Bukannya gembira istrinyapun semakin marah kepadanya
begitu mengetahui betapa bodohnya suaminya itu.
Rupanya ia harus menjelaskan kepada suaminya bahwa
yang dimaksud orang tua bijak adalah bahwa kekayaan itu diperoleh setelah
melakukan usaha untuk menolong ikan gabus dan pohon apel.
Sehingga dengan serta merta ia memaksa suaminya
sekali lagi untuk menjalani perjalanan yang jauh dan berbahaya demi memperoleh
apa yang diharapkan.
Maka berangkatlah si pemalas untuk menemui ikan gabus
dan pohon apel, sehingga diperolehlah apa yang diharapkannya. Dari sana ia memperoleh
kesadaran bahwa untuk memperoleh kekayaan ia harus bekerja keras, tidak cukup
hanya dengan berangan-angan dan berpangku tangan.
Sahabat SKM, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah ini.
Sahabat SKM, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah ini.

Alhamdulillah ,kisah sangat terinspirasi,bs bhn cerita tuk anak-anak
ReplyDeletecerita yang menarik,
ReplyDelete