Kisah Si Pemalas Yang Ingin Kaya

Apa kabar sahabat SKM semua, semoga sahabat semua dalam keadaan baik-baik saja, sebuah kisah tentang seorang yang ingin kaya tanpa bekerja akan disajikan kali ini, bagaimana kisahnya? mari kita simak..

Di sebuah hutan, hiduplah sepasang suami istri dalam keadaan susah. Sang suami, yang bernama kaslan, adalah seorang pemalas.
Sehari-hari ia hanya melamun dan berkhayal bagaimana caranya agar dapat menjadi orang kaya. Yeah, menjadi orang kaya, yang dapat membeli apa saja yang diinginkan dan dapat mencapai semua yang diharapkan.


Namun, itu hanya dalam angan-angan belaka, karena kaslan memiliki sifat malas yang teramat parah.
Melihat kaslan yang hanya tidur sepanjang hari, istrinya mulai kesal dan marah-marah, karena kebutuhan dapur mulai menipis sedangkan dia tidak mengerjakan apapun.
Melihat istrinya yang marah-marah maka kaslan pergi ke hutan untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Begitulah hari-hari kaslan, yang penuh dengan kemalasan, ia hanya akan bergerak jika sudah dimarahi oleh istrinya.
Suatu hari istrinya,yang mulai bosan untuk memarahi kaslan berkata kepadanya: “aku mendengar cerita dari orang-orang, bahwa di balik bukit itu ada seorang yang arif dan bijaksana, ia adalah seorang yang pandai yang dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya. Pergilah kesana, temuilah ia, agar kamu dapat mewujudkan impianmu yang ingin kaya tanpa bekerja keras”.
Setelah berkali-kali dibujuk, akhirnya berangkat juga si kaslan dengan malas-malasan karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh.
Ia harus menerobos hutan, mendaki bukit, menyebarangi sungai untuk mencapai tempat yang dituju. Tentu saja perjalanan yang sangat melelahkan karena memakan waktu 2 hari.
Ditengah perjalanannya, saat melintasi hutan kaslan melihat pohon apel yang begitu rimbun namun tidak berbuah sebutir apel pun. Melihat kaslan yang melintas didepannya, pohon apel berkata : “wahai kaslan, mau kemana kamu?” 
Kaslan menjawab “ aku mau ke balik bukit untuk mencari jawaban dari permasalahan yang aku hadapi”
“apakah aku boleh titip pertanyaan untuk kau tanyakan kepada oarang bijak itu?” tanya pohon apel.
“ boleh saja, emangnya kamu mau tanya apa?”
“aku sudah lama hidup, tapi aku belum menghasilkan sebutir buah apelpun sampai saat ini, tolong tanyakan apa penyebabnya dan bagaimana supaya aku bisa berbuah?” kata pohon apel.
“oo begitu, ya nanti akan aku tanyakan padanya jika bertemu”jawab kaslan.
kemudian kaslan melanjutkan perjalanannya, kemudian ia berhenti untuk beristirahat ketika berada ditepi sungai.
Beberapa saat kemudian, dari permukaan air muncullah seekor ikan gabus yang juga menyapa kaslan; “ wahai kaslan, kamu mau pergi kemana?”
Kaslan menjawab sama seperti jawaban pada pohon apel.
Kemudian ikan gabuspun juga menitipkan sebuah pertanyaan kepadanya.
“kaslan, sudah beberapa tahun ini tenggorokanku terasa sakit, tolong tanyakan kepadanya,apa obat dari sakitku ini?” kata ikan gabus.
Kaslanpun bersedia memenuhi permintaan ikan gabus untuk menanyakan penyakitnya.
Kemudian ia melanjutkan lagi perjalanannya.
Selanjutnya yang ia temui adalah srigala yang sangat kurus, yang juga menitipkan pertanyaan kepada kaslan.
“kaslan, sudah beberapa tahun ini aku kurus kering, nafsu makanku menurun drastis, tolong tanyakan apa obat dari penyakit yang aku derita ini?” kata srigala.
Kaslan melanjutkan perjalanan setelah menyanggupi permintaan srigala.
Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan,sampai juga ia di tempat yang dituju.
Kepada orang tua yang arif bijaksana itu ia menyampaikan pertanyaan yang dititipkan kepadanya.
Lalu orang tua itupun menjawab satu persatu : “ dibawah pohon apel itu ada bongkahan emas yang menghalangi akarnya sehingga ia tak bisa berbuah, jika emas itu diambil maka pohon apel itu dapat berbuah. Sedangkan ikan gabus, ikan itu telah menelan mutiara yang menyangkut di tenggorokannya, jika mutiara itu diambil maka dia akan sembuh. Dan srigala itu akan sembuh jika ia sudah makan orang yang pemalas”.
Jawaban itu sungguh membuat kaslan terkagum-kagum dan merasa puas.
Setelah itu iapun mengajukan pertanyaannya sendiri : “ aku sudah lama hidup dalam kemiskinan, tolong tunjukkan bagaimana caranya agar aku bisa jadi orang yang kaya raya?”
“segeralah pulang, jika sudah sampai dirumah kamu akan segera menjadi orang kaya” jawab orang tua itu dengan singkat.    
Maka segera saja kaslan pulang dengan terburu-buru karena ia ingin segera menjadi orang kaya seperti yang dikatakan orang tua kepadanya.  
Saat melintasi sungai, bertemulah ia dengan ikan gabus, jawaban dari orang tua bijak pun disampaikannya, setelah itu ia akan segera berlalu dari hadapan ikan gabus, tapi ikan gabus menahannya.
“kaslan, tolong ambil mutiara dalam tenggorokanku agar sakitku hilang, nanti mutiara itu boleh kau miliki” kata ikan gabus.
Tapi dasar kaslan si pemalas, maka dia tak mau menolong ikan gabus.
“maaf ikan gabus, aku sudah sangat terburu-buru, aku sudah sangat ingin sampai dirumah, mungkin lain waktu aku akan menolongmu” jawab kaslan.
Maka dengan secepatnya ia melanjutkan perjalanan sampai saatnya ia bertemu dengan pohon apel.
Kaslanpun menyampaikan jawaban dari orang tua bijak kepada pohon apel, pohon apelpun juga minta tolong pada kaslan untuk segera mengambil emas di bawah akarnya.
Namun lagi-lagi kaslan menolaknya...
Kemudian ia melanjutkan perjalanan sampai saatnya ia bertemu dengan srigala yang kurus.
Kepada srigala ia berkata “ kamu akan sembuh, jika kamu makan manusia yang pemalas”
Begitu mendapat jawaban itu, puaslah srigala dan berkata “ jika benar demikian, maka obat itu tidak perlu ku cari karena ia telah datang kepadaku, hahaaha... bukankah kamu kaslan adalah orang yang terkenal sebagai pemalas?”
Kaslan segera berlari karena ketakutan, beruntunglah kaslan karena srigala itu tak mampu mengejarnya.
Selamatlah kaslan sampai di rumahnya.
Ia segera menceritakan semua kejadian yang dialaminya selama perjalanan itu. Bukannya gembira istrinyapun semakin marah kepadanya begitu mengetahui betapa bodohnya suaminya itu.
Rupanya ia harus menjelaskan kepada suaminya bahwa yang dimaksud orang tua bijak adalah bahwa kekayaan itu diperoleh setelah melakukan usaha untuk menolong ikan gabus dan pohon apel.
Sehingga dengan serta merta ia memaksa suaminya sekali lagi untuk menjalani perjalanan yang jauh dan berbahaya demi memperoleh apa yang diharapkan.
Maka berangkatlah si pemalas untuk menemui ikan gabus dan pohon apel, sehingga diperolehlah apa yang diharapkannya. Dari sana ia memperoleh kesadaran bahwa untuk memperoleh kekayaan ia harus bekerja keras, tidak cukup hanya dengan berangan-angan dan berpangku tangan.

Sahabat SKM, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah ini.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Menantu dan Mertua

Kisah Monyet Yang Licik dan Burung Bangau